Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tubuh Kita Beradaptasi Ketika Kita Berpuasa



 Calon Pembaca - Bulan Ramadan umat muslim akan berpuasa dari Fajar sampai matahari terbenam selama 1 Bulan. Menyinggung soal Puasa, tahu nggak sih apa yang terjadi dengan tubuh kita saat puasa?. Negara-negara durasi berbeda-beda, contohnya di USU, Argentina puasa cuman 11 jam doang, sementara di Helsinki Finlandia puasa lebih dari 20 jam, untuk Indonesia sendiri waktu puasa Kita cuman sekitar 13 jam hingga 14 jam jadi nggak lama dan gak sebentar juga.

   Perubahan pola makan karena gak makan siang tentu saja mengubah banyak hal pada keadaan normal tubuh, mengubah glukosa menjadi energi untuk dipakai selama beraktivitas. Glukosa ini didapatkan dari karbohidrat yang berasal dari nasi, roti, buah dan sayur. Sayangnya sejumlah karbohidrat ini sangat terbatas dan hanya bisa bertahan selama 8 jam.

   Selama berpuasa suatu reaksi tubuh  dimana metabolisme tubuh membakar lebih banyak kalori untuk mendapatkan energi, untuk masuk ke tahap ini karbohidrat bagi tubuh kita habis, sistem metabolisme tubuh mengambil bahan bakar baru yaitu lemak yang diubah menjadi glukosa atau reaksi elektrolisis, dan setelah lemak ditubuh habis badan kita akan mulai menghancurkan otot untuk mendapatkan energi, makanya puasa ini memang bagus untuk menurunkan berat badan.

   Bagaimana dengan puasa Ramadan yang sebulan penuh?, pada hari pertama dan kedua Ramadhan tubuh akan mulai merasa syok karena tidak makan siang, makanya cepet banget merasa pusing lemas dan kurang fokus lalu pada hari ke-3 sampai ketujuh tubuh mulai beradaptasi dengan melakukan hal baru karena tidak ada makanan yang masuk ke sistem pencernaan, pencernaan kita mulai libur dan energi foton dialihkan untuk penyembuhan sel-sel yang rusak pada tahap ini aktivitas sel darah putih dan sistem imun pun meningkat, jadi jangan takut untuk puasa meskipun lagi masa pandemi seperti sekarang, dari hari ke 8 sampai 15 kita masuk ke dalam detoksifikasi mode detoksifikasi, ini akan membuat proses metabolisme kita ikut mengeluarkan racun dalam tubuh yang tentunya membuat kita lebih sehat, makanya Saat memasuki minggu kedua puasa badan sudah mulai terasa ringan bahkan pada beberapa orang akan merasa lebih energik karena racun dalam tubuh keluar, selanjutnya hari ke 16 sampai hari ke 30 puasa tubuh sudah berhasil beradaptasi pada tahap ini biasanya berat badan orang mulai kembali naik, makanya sering ada orang yang melalui bulan puasa tapi malah makin melar, adaptasi ini memungkinkan metabolisme kita untuk kembali membangun jaringan otot yang rusak, menghitung karbohidrat yang bisa dipakai selama berpuasa. Jadi tubuh kita ini memang pintar dalam beradaptasi dalam sebuah keadaan yang berulang-ulang kita rasakan seperti puasa di bulan Ramadan selain beribadah puasa juga memberi banyak manfaat bagi tubuh kita.

 

Tags:

manfaat puasa bagi kesehatan
manfaat puasa bagi kesehatan menurut islam
manfaat puasa bagi kesehatan jasmani dan rohani
manfaat puasa daud bagi kesehatan
manfaat puasa dari segi kesehatan
manfaat puasa bagi kesehatan fisik dan mental
manfaat puasa ditinjau dari kesehatan fisik dan mental


Post a Comment for "Tubuh Kita Beradaptasi Ketika Kita Berpuasa"